Pasuruan meri.co.id – Memperingati Hari Koperasi ke-79, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama KUTT Suka Makmur menggelar _Sarasehan Penguatan Koperasi Susu Bagi Kedaulatan Gizi Nasional_. Kegiatan berlangsung di KUTT Suka Makmur, Jl. Semambung No. 17, Desa Sumber Agung, Kecamatan Grati, Rabu 12:30 WIB.
Sarasehan ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan para pelaku koperasi untuk memperkuat peran koperasi susu dalam rantai pangan nasional. Sekaligus menjadi langkah nyata mendukung program pemerintah pusat dalam pemenuhan gizi dan penurunan stunting.
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Kementerian Koperasi Koko Haryano yang mewakili Menteri Koperasi. Dari jajaran Pemkab Pasuruan hadir Wakil Bupati H. Shobih Asrori, Sekda Yuda Triwidya Sasongko, dan Kadis Koperasi Taufiqul Ghoni, S.E., M.Si.
Unsur Forkopimda juga tampak lengkap. Hadir Wakil Ketua DPRD Pasuruan Rias Yudikari Drastika, S.H., Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0819 Letkol Inf Boga Bramiko, M.Han.
Dari unsur hukum hadir Ketua Pengadilan Negeri Bangil Wahyu Iswari, S.H., M.Kn. dan Kajari Bangil Rutandi Gustawirya, S.H., M.H.
Turut hadir Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin, pengurus GKSI, Camat Grati, kepala desa se-Kecamatan Grati, penyuluh peternakan, serta ratusan anggota koperasi dan peternak sapi perah.
Dalam sambutannya, Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin memaparkan data penting tentang posisi Jawa Timur di industri persusuan nasional.
“Jawa Timur adalah lumbung susu segar Indonesia. Kita menyumbang 60% dari seluruh produksi susu nasional. Dan dari 60% itu, 80% berada di bawah naungan GKSI yang dipimpin oleh Bapak H. Nur Kayin,” ujar Evi.
Lebih lanjut, Evi menegaskan bahwa eksistensi koperasi susu jauh melampaui fungsi ekonomi semata.
“Koperasi bukan hanya tempat menjual susu. Koperasi adalah rumah besar bagi para peternak. Di sinilah harga diperjuangkan agar tidak dipermainkan tengkulak. Di sinilah kualitas dijaga agar susu kita bisa bersaing. Dan di sinilah masa depan anak-anak peternak kita ditentukan.
Jika koperasi kuat, maka peternak sejahtera. Jika peternak sejahtera, maka desa maju. Dan jika desa maju, maka ketahanan pangan dan gizi bangsa kita akan kokoh,” tegas Evi disambut tepuk tangan peserta.
Wakil Bupati Pasuruan H. Shobih Asrori dalam arahannya menyebut Kabupaten Pasuruan memiliki potensi luar biasa di sektor peternakan sapi perah. Jumlah populasi sapi perah dan produksi susu di Grati, Puspo, dan Tutur menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Timur.
“Koperasi susu tidak hanya berperan sebagai wadah penyerap hasil perah para peternak lokal. Lebih dari itu, koperasi adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan yang menggerakkan roda perekonomian desa. Dari sinilah kesejahteraan itu dimulai,” kata Wabup.
Untuk menjawab tantangan ke depan, Wabup menyampaikan 3 harapan besar Pemkab Pasuruan:
1. Penguatan dan Modernisasi Koperasi
“Kami berharap koperasi susu di Kabupaten Pasuruan terus bertransformasi. Mulai dari tata kelola manajemen yang profesional, pemanfaatan teknologi pemerahan dan pendingin yang modern, pengolahan produk turunan susu, hingga digitalisasi rantai pasok. Koperasi harus melek data dan melek pasar agar tidak tertinggal zaman.”
2. Dukungan Penuh terhadap Program Gizi Nasional
“Pemerintah pusat sedang gencar dengan program Makan Bergizi Gratis dan pemenuhan protein hewani. Nah, susu adalah salah satu jawabannya. Kami ingin produksi susu Pasuruan menjadi bagian dari solusi nasional untuk pemenuhan gizi masyarakat.”
3. Penopang Utama Pencegahan Stunting
“Target kita jelas. Kita ingin hasil produksi susu di Pasuruan menjadi penopang utama program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi ini adalah investasi jangka panjang. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, kuat, cerdas dan berdaya saing “, pungkas Wabup.
Stap Ahli kementerian Koperasi Koko Haryono mengapresiasi langkah pemkab Pasuruan dan KUTT suka makmur. Ia menyebut koperasi susu adalah model ideal koperasi yg langsung menyentuh kesejateraan anggota.
” Yang kita buruhkan hari ini adalah koperasi yang modern transparan dan berorentasi pada anggota. Saya yakin dengan semangat kebersamaan seperti di Grati ini. Kedaulatan gizi nasional bukan lagi mimpi ” Ujarnya.
Diharapkan melalui penguatan ini ,kesejahteraan peternak meningkat,produksi susu nasional bertambah dan masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap sumber gizi berkualitas. (*/red)
