Pasuruan meri.co.id – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi semakin bermakna bagi masyarakat Dusun Wonokoyo, Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Setelah puluhan tahun menantikan hadirnya jaringan listrik yang layak, kini masyarakat akhirnya dapat menikmati terang dari listrik PLN.
PT PLN (Persero) melalui PLN UP3 Pasuruan berhasil mengoperasikan jaringan listrik yang menjangkau permukiman masyarakat di wilayah pegunungan tersebut pada Agustus 2026. Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) kini dapat menikmati akses listrik secara langsung di rumah masing-masing.
Hadirnya listrik menjadi wujud kemerdekaan yang memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Sedaeng. Bukan sekadar terbebas dari gelap ketika malam tiba, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, menjalankan aktivitas rumah tangga hingga mengembangkan kegiatan ekonomi.
Sebelumnya, masyarakat Dusun Wonokoyo belum memiliki jaringan listrik resmi dan sebagian warga mengandalkan sambungan listrik jarak jauh dari desa lain yang dikenal masyarakat setempat dengan istilah warles. Kondisi tersebut memiliki keterbatasan dari sisi daya maupun keandalan. Kini, jaringan listrik resmi telah hadir hingga kawasan permukiman dan fasilitas umum seperti masjid, musala serta lembaga pendidikan. Sebanyak 63 tiang listrik telah terpasang untuk mendukung penyaluran listrik di wilayah tersebut.
Manager PLN UP3 Pasuruan Agus Susanto menyampaikan bahwa keberhasilan menghadirkan listrik ke Dusun Wonokoyo menjadi salah satu bentuk komitmen PLN dalam memberikan akses energi yang merata kepada masyarakat, termasuk bagi wilayah yang memiliki tantangan geografis.
“Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, kami ingin masyarakat Wonokoyo, Desa Sedaeng turut merasakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Setelah puluhan tahun menanti, hari ini listrik PLN akhirnya hadir dan dapat dinikmati oleh sekitar 60 kepala keluarga. Bagi kami, kemerdekaan juga berarti ketika masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati listrik dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas kehidupan,” ujar Agus.
Agus menambahkan, proses menghadirkan listrik di kawasan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Kondisi geografis pegunungan serta jalur jaringan yang melewati kawasan tertentu menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama. Pembangunan jaringan akhirnya dapat diwujudkan melalui sinergi antara PLN, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Perhutani, pemerintah desa serta dukungan masyarakat. Pembangunan tersebut dinyatakan rampung pada Agustus 2026.
“Terangnya Wonokoyo bukan hanya tentang lampu yang hari ini bisa menyala. Kami berharap listrik menjadi awal hadirnya lebih banyak peluang bagi masyarakat. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih produktif, dan potensi ekonomi desa dapat berkembang. Inilah energi yang kami harapkan mampu menggerakkan kehidupan masyarakat,” tambah Agus.
Kehadiran listrik juga disambut antusias oleh masyarakat. Kepala Dusun Wonokoyo, Hasan Bisri, menyampaikan bahwa sejak lama warga belum pernah memiliki jaringan listrik resmi. Sebelum jaringan PLN hadir, warga yang membutuhkan listrik harus mengandalkan sambungan dari desa lain. Kini warga bahkan mulai memiliki kesempatan menggunakan peralatan rumah tangga yang sebelumnya sulit mereka manfaatkan karena keterbatasan pasokan listrik.
Bagi PLN UP3 Pasuruan, keberhasilan melistriki Dusun Wonokoyo menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pemerataan pembangunan dan akses terhadap energi listrik hingga ke pelosok.
81 tahun Indonesia merdeka, kini terang kemerdekaan itu juga hadir di Wonokoyo, Desa Sedaeng. Dari wilayah pegunungan Tosari, listrik menyalakan bukan hanya lampu, tetapi juga harapan dan kesempatan baru bagi masyarakat untuk tumbuh dan maju bersama.(*/red)
