Foto : Aksi ribuan warga turun jalan.
Pasuruan meri.co.id – Ribuan masyarakat Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan kembali melakukan aksi penolakan rencana pembangunan real estate dikawasan lereng gunung Arnuna – Wlirang yang akan dialihkan dengan pembangunan wisata alam terpadu oleh pengembang, Minggu (29/3).
Aksi yang digelar di Jl Limas lingkungan taman wisata Kelurahan Pecalukan merupakan bentuk nyata komitmen penolakan warga terhadap segala bentuk pembangunan yang akan merusak kawasan hutan.
Masa aksi tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat Prigen, namun juga dipadati dukungan dari berbagai kecamatan lain di Pasuruan serta puluhan organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan yang turut peduli dan ingin mempertahankan kelestarian lingkungan.
Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (Gama Duta) Prigen Pria Kusuma mengatakan, bahwa aksi tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus cambukan untuk pemerintah dan Pansus agar nantinya bisa mengeluarkan rekomendasi sesuai dengan yang disuarakan masyarakat Prigen.
“Meski sekarang rencana konsep pembangunannya sudah berubah dari perumahan mewah menjadi kawasan wisata alam terpadu, kami tetap menolak apapun itu,” tegasnya.
Masyarakat menilai meski konsep pembangunan berubah, tetapi dalam proses pembangunannya tetap akan ada penebangan pohon dan akan mengancam fungsi utama hutan sebagai kawasan resapan air.
“Tetap nantinya akan memotong pohon yang ada dihutan, selama ini menjadi benteng air dan kerusakan hutan,” terangnya.
Sementara itu Ketua Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiyanto yang turut hadir membersamai masa aksi menyatakan bahwa aspirasi masyarakat hari ini menjadi amunisi tambahan bagi pihaknya, bahwa Pansus telah bekerja selama hampir enam bulan untuk mengkaji persoalan ini.
“Sebenarnya Pansus sudah tidak goyah, karena kami sudah membuat draf rekomendasi walaupun belum final. Masih akan kami godok bersama teman-teman Pansus yang lain,” ujar Sugiyanto.
Ia menambahkan, kehadiran ribuan warga ini menjadi “cambuk” bagi DPRD untuk mempercepat proses birokrasi.
“Dengan adanya dukungan dari warga masyarakat, ini menjadi energi baru bagi kami untuk lebih semangat dan mempercepat proses pemberian rekomendasi kepada Bupati,” pungkasnya.(*/red)
