PONOROGO, MeRI.CO.ID – DALAM rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2023, puluhan layang-layang indah menghiasi langit monumen Bantarangin di Desa Somoroto Kecamatan Kauman Ponorogo guna menyemarakkan Festival Layang-layang di alun-alun Ponorogo.
Kegiatan festival ini juga merupakan rangkaian dari Ponorogo Art Project, program kolaborasi antara Ponorogo dengan Kesenouma Jepang.
Ketua Panitia Ponorogo Art Project, Wisnu Hadi Prayitno mengungkapkan menerbangkan layang-layang ini, momentum di hari anak nasional. Dalam kesempatan itu, Ia ingin membangkitkan lagi permainan tradisional seperti layang-layang.
“Kali ini hanya dilakukan menerbangkan layang-layang bersama. Tidak ada perlombaan. Ini juga momentum hari anak nasional,” kata Wisnu, Minggu (23/07/2023).
Dengan memainkan permainan tradisional ini, Wisnu ingin anak-anak sejenak untuk melupakan gadget. Sehingga, bisa sedikit mengurangi ketergantungan pada permainan modern itu.
“Biasanya kita lihat anak-anak main gadget. Kali ini sejenak bisa melupakan gadget dengan bermain layang-layang,” katanya.
Selain menerbangkan layang-layang, sebelumnya juga dilakukan kegiatan melukis layang-layang. Yang diikuti oleh puluhan anak-anak sekitar.
“Kita lakukan workshop, dengan melukis di layang-layang aduan,” katanya.
Selain menerbangkan, juga dilakukan pembagian 100 layang-layang penonton yang melihat di seputaran monumen Bantarangin. Tak ayal, anak-anak itu pun senang mendapatkan layang-layang tersebut.
“Kita juga bagikan 100 layang-layang untuk anak-anak,” pungkas Wisnu. (*/red)
