Pasuruan meri.co.id – UNTUK maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) tanpa modal dana besar dianggap hal yang mustahil dapat dilakukan. Namun tidak bagi Caleg PKB bernama Sony Firdaus atau yang akrab disapa Sony. Sony yang hanya seorang anak Pedagang ayam ini ingin membuktikan, tanpa modal seperti Caleg-Caleg lainnya apakah masyarakat mau memilihnya dalam pesta demokrasi Pemilu pada 14 Februari 2024 nanti. Minggu sore, (14/1) di sala satu warkop di daerah bangil menceritakan awalnya dia ingin maju sebagai Caleg Duafa alias tak punya modal khusus. Berawal ketika dia, melihat dan merasakan keadaan masyarakat yang perlu mendapat pendampingan untuk pemenuhan hak-hak masyarakat yang terabaikan. “Saya memilih menjadi Caleg agar bisa benar-benar menjembatani kebutuhan masyarakat . Modal saya hanya Bismillah dan doa dari kedua orang tua saya. Saya tidak ada menyiapkan modal besar seperti Caleg-Caleg pada umumnya,” ujarnya. Khususnya di daerah-daerah, Sony dalam perjalananya di Dapil 1 (Bangil Beji & Gempol), Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur tidak membawa modal besar. Yang ada hanya modal bahan bakar sepeda motornya dan Yakin saja. Modal Silaturahmi dan niat membantu masyarakat. “Saat saya turun di masyarakat saya sampaikan apa adanya. Saya bukan orang berada, orang biasa yang juga tidak modal banyak. Kami diskusi santai, kadang di rumah warga, di Warkop. Maupun di pinggir jalan, kami bicara banyak hal terkait Apa yang di butuhkan masyarakat yang sebenarnya,” katanya. Bagi Sony, sebagai Caleg yang berasal dari orang biasa bukan berkecukupan dari segi ekonomi, dia ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa orang kecil bisa juga berjuang untuk hak-hak masyarakat. “Saya tidak menjanjikan hal yang muluk-muluk kepada masyarakat di Dapil saya,” katanya. (*red/)
