MOJOKERTO, MeRI.CO.ID – DALAM rangka mencapai output pembangunan kedepannya, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Kantor Kecamatan Prajurit Kulon pada Senin (13/2/2023).
Dalam Musrenbang tersebut membahas 119 usulan dengan 12 usulan diantaranya ditolak.
Camat Prajurit Kulon, Riaji mengatakan, berdasarkan rekapitulasi usulan Musrenbang dari 6 kelurahan di Kecamatan Prajurit Kulon untuk tahun 2024, terdapat total 119 usulan. Diantaranya, 76 usulan di bidang fisik, 23 usulan bidang ekonomi dan 20 usulan di bidang sosial budaya dengan total anggaran sebesar Rp21.025.964.900.
“Hasil Pra Musrenbang Kecamatan Pralon, dari total 119 usulan tersebut, ada 12 usulan yang ditolak. Sehingga usulan yang diterima sebanyak 107 usulan. Rinciannya, 70 usulan bidang fisik, 19 usulan bidang ekonomi dan 18 usulan bidang sosial budaya,” kata Riaji.
Ia menambahkan, ada beberapa alasan mengapa belasan usulan tersebut ditolak dan tidak bisa dilanjutkan ke pembahasan Musrenbang Kota Mojokerto. Diantaranya, status tanah yang belum jelas kepemilikan asetnya serta tidak sesuai dengan prioritas pembangunan Kota Mojokerto tahun 2024.
“Ada juga usulan kegiatan pelatihan yang akhirnya kita tolak lantaran minim peminatnya atau ada peminatnya tapi umurnya tidak sesuai kriteria,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto, Agung MS menjelaskan, usulan yang masuk tersebut akan diverifikasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disesuaikan dengan tema dan kemampuan anggaran daerah.
“Terpenting lagi, usulan tersebut harus memiliki fungsi dan kemanfaatan tinggi bagi masyarakat,” beber Agung.
Di tempat yang sama, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, sejalan dengan prioritas pembangunan Kota Mojokerto tahun 2024 yakni pengembangan UMKM serta Pariwisata, maka rencana pembangunan yang diusulkan untuk tahun 2024 diharapkan bisa menunjang dan mendukung rencana pengembangan Kota Mojokerto sebagai wisata sejarah dan budaya.
“Serta dari segi ekonomi kreatifnya dengan lebih memberdayakan kelompok usaha atau UMKM. Karena UMKM ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pariwisata Kota Mojokerto,” pungkasnya. (*/red)
