Pasuruan, Meri.co.id – Guna mengantisipasi beredarnya uang palsu, Bank Indonesia berikan sosialisasi kepada guru di Kabupaten Pasuruan. Menurut Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Deddy Prasetyo mengatakan bahwa dalam sosialisasi ini, telah banyak kasus tersebarnya kasus uang palsu.
Dalam tahun 2024 ini ada 3.719 lembar uang palsu diwilayah cabang BI Malang. Banyaknya uang palsu ini rata-rata berasal dari pecahan uang dengan nominal yang besar.
“Kami memberikan pemahaman kepada sejumlah guru khususnya di Kabupaten Pasuruan untuk mengantisipasi penyebaran uang palsu. Karena menurut kami dengan disosialisasikan kepada guru, penyebaran informasi ini sangat cepat tersebarnya,” jelas Deddy, Selasa (3/12).
Deddy juga menjelaskan selain menjelaskan sosialisasi terkait uang palsu, pihaknya juga memberikan terkait pembayaran melalui digital. Salah satunya dengan menggunakan qris saat melakukan transaksi.
Pembayaran menggunakan qris ini sangatlah didukung oleh sejumlah masyarakat di sejumlah wilayah. Namun, beberapa masyarakat terdapat juga yang masih belum mengetahuincara penggunaan menggunakan qris.
“Belakangan ini memang penggunaan qris sangat disuport oleh beberapa masyarakat. Sehingga kami memberikan pengetahuan terhadap masyarakat yang masih belum menggunakan qris,” tambahnya.
Deddy juga mengatakan bahwa dirinya berharap agar masyarakat sudah mulai menggunakan pembayaran melalui digital. Hal ini juga bisa mengurangi beredarnya uang palsu.(*/red)
