JAKARTA, MeRI.CO.ID – DARI empat kandidat yang mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI kini tersisa 2 calon yang masih melanjutkan persaingan yaitu Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Lalu, Seperti apakah sepak terjang dan perbandingan prestasi di dunia sepakbola kedua kandidat tersebut? Mari kita simak ulasan berikut ini:

Erick Thohir
Sosok yang satu ini merupakan pengusaha yang memiliki minat besar terhadap olahraga, termasuk sepak bola. Hingga saat ini, Erick sudah terlibat dalam sejumlah klub sepak bola, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Tercatat, ia pernah menjabat sebagai Presiden Klub Sepak bola Inter Milan, pemegang saham mayoritas DC United dan Oxford United, dan menjadi pemegang saham di Persis Solo. Keterlibatannya mampu meningkatkan performa klub.

DC United misalnya, klub ini menjadi pelabuhan investasi Erick lantaran memiliki sejarah cukup bagus di Major League Soccer (MLS) Amerika dan merupakan satu-satunya klub sepak bola dari wilayah tersebut yang cukup kompetitif di MLS.

Dalam kampanye menuju kursi Ketum PSSI, Erick berjanji melakukan perbaikan sepak bola nasional. Dia juga berkomitmen melakukan pembenahan secara menyeluruh mulai dari federasi, kompetisi liga, klub, suporter, hingga wasit. Bahkan, Erick ingin membuat arena latihan timnas berstandar internasional.

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Setelah sukses menjabat sebagai Ketum PSSI periode 2015 hingga 2016, sosok yang satu ini otimis dan kembali mencalonkan diri.

LaNyalla mulai berkecimpung di dunia sepak bola dengan mendirikan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Sesuai dengan namanya, komite tersebut dibentuk dengan tujuan untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dari berbagai ancaman dan tantangan seperti mafia bola dan berbagai isu lainnya.

Berkat komite tersebut, LaNyalla berhasil menjabat wakil ketua umum PSSI pada tahun 2013 hingga 2015 dan lanjut sebagai Ketua Umum PSSI. Kala itu LaNyalla dipilih melalui KLB (Extra Ordinary Congress) yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu 18 Maret 2011.

Dalam kampanye menuju kursi Ketum PSSI, LaNyalla menawarkan 7 program untuk membenahi sepak bola nasional. Di antaranya meliputi pengembangan teknis, pemberdayaan klub, liga profesional, tim nasional, pengembangan bisnis, stabilitas keuangan, dan industri sepak bola. (*/red)