PASURUAN, MeRI.CO.ID – GEDUNG MWC NU Gempol Pasuruan yang baru sudah resmi dibuka, Sabtu hari ini tanggal 06-Mei-2023 oleh PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar bersama dengan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf beserta Wabup Mujib Imron beserta jajaran, tak luput hadir Kapolsek, Danramil, Camat dengan didampingi masing-masing anggotanya.

Dalam sambutannya Gus Yusuf sapaan Bupati ini menyampaikan beberapa hal sebagai mukadimah dalam pagelaran tersebut bahwa “gedung baru ini benar-benar harus bermanfaat karena perjuangan pembebasan lahannyapun tidak mudah, sebab ada peran Ning Fitri salah satu anggota dewan DPRD Jatim yang banyak membantu memediasi, juga peran beberapa anggota DPRD Pasuruan seperti H Abdul Rouf, H Samsul Huda, Mas Dion juga banyak sumbangsih didalamnya” yang juga turut hadir dalam acara ini.

Tak luput juga dukungan dan kolaborasi dengan pihak bea cukai Pasuruan yang di kepalai oleh Hannan Budhiarto juga turut andil dan hadir dalam pelaksanaan acara ini, lanjutnya.

Bupati juga menyampaikan membuka pintu lebar-lebar dukungan pemerintahanya atas kegiatan-kegiatan yang positif demi untuk maslahat ummat dan warga Nahdliyyin khususnya.
Sebagai bentuk apresiasi ke MWC NU, orang nomer 1 di Pasuruan ini menghadiahkan armada operasional roda 4 saat itu dengan simbolik penyerahan kunci kendaraannya.

Dalam rangkaian sambutan kedua KH Marzuki Mustamar mempunyai harapan kepada santri-santri dilingkungan NU untuk bisa berperan menjadi pioner di pemerintahan karena suatu kebanggaan mempunyai kader-kader NU yang menjadi leader-leader yang Amanah.

“Perbaiki masa depan dengan meningkatkan mutu dan jenjang pendidikan yang cukup agar supaya Pasuruan tidak perlu banyak diisi orang-orang dari luar daerah, perusahaan-perusahaan besar ada banyak di Pasuruan”, tandasnya

Disampaikan diakhir sebelum menutup pidatonya, beliau berpesan “Ojo dadi wong bodoh” (jangan terima jadi orang bodoh), supaya dapat perbaiki ekonomi baik di rumah tangga maupun dilingkungan.

Selanjutnya juga berpesan kepada bapak-bapak, dengan pesan uniknya, dikatakan “Ojo wayuh” (jangan menikah lagi) dibarengi sorak dari sisi Ibu-ibu yang berada disamping kiri.

Sebab wayuh bisa saja tidak membawa berkah jika tidak saling adil, muliakan saja istrimu, kecuali, kecuali, dapat ijin dari dia” disambut tawa para jamaah.

“Intinya adalah jangan berbuat yang tidak-tidak baik, supaya diberkahi Allah SWT”, pungkasnya.

Dan setelahnya dilanjutkan dengan penandatanganan di batu peresmian.

Diluar itu ada kekecewaan yang tak tertahankan dalam acara tersebut karena penceramah puncak yang dinantikan yaitu KH Ahmad Muwafiq batal hadir disebabkan keterlambatan perjalanan ke lokasi MWC hingga waktu acara berakhir.

Satu per satu jamaah meninggalkan tempat disusul kemudian para pengurus-pengurus membubarkan dirinya. (ec)