JAKARTA, MeRI.CO.ID – SETELAH menyelesaikan dua pertandingan melawan Burundi di FIFA Matchday, Timnas Indonesia merebut satu kemenangan dan satu skor imbang akhirnya Timnas Indonesia berhak menghadapi juara iala dunia 2022, Argentina.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah berharap skuad arahannya bisa menghadapi tim peringkat 100 besar FIFA. Bagaikan ketiban durian runtuh, harapannya malah jauh melebihi yang dia bayangkan karena tim Garuda akan bertemu juara Piala Dunia 2022, Argentina.

Dengan hasil tersebut, Timnas Indonesia berpotensi naik dua peringkat ke ranking 149 FIFA. Setelah periode Maret, Timnas Indonesia sudah ancang-ancang untuk periode Juni. Agenda tersebut akan berlangsung pada 12-20 Juni 2023

Setelah dua pertandingan tersebut, Shin Tae-yong berharap PSSI bisa bernegosiasi untuk mendapatkan lawan berperingkat 100 besar. Hal tersebut diharapkan dapat membantu perkembangan Timnas Indonesia.

“Pak Erick (Thohir) sudah bicara ada beberapa tim yang bisa menjadi calon lawan kita. Saya berharap tim lawan mungkin ranking FIFA-nya 100-an, biar kita bisa memperkuat taktik dan organisasi dulu, setelah itu baru lawan yang lain,” kata Shin Tae-yong pada Maret lalu.

Harapan Shin Tae-yong menjadi kenyataan, atau malah melebihi apa yang dia bayangkan. Pada FIFA Matchday Juni mendatang, salah satu lawan Indonesia ialah Argentina yang berperingkat 1 FIFA.

PSSI pun sudah mengumumkan jadwal FIFA Matchday bulan Juni nanti. Pertama, Timnas Indonesia akan menghadapi Palestina di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada 14 Juni 2023 mendatang.

Setelah itu, barulah Timnas Indonesia akan melawan sang juara Piala Dunia 2022, Argentina. Laga ini bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 19 Juni 2023.

Seluruh fans sepak bola di Indonesia jelas antusias menatap laga ini. Tak terkecuali Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang menilai bakal banyak yang memburu tiket menonton laga Timnas Indonesia vs Argentina. Dia yakin, antusiasme perang membeli tiket Timnas Indonesia vs Argentina bisa mengalahkan konser Coldplay.

“Kemarin saya lihat di media sosial ya, katanya kalau Coldplay beberapa tahun lagi bisa datang. Tapi kalau tim Argentina ke Indonesia belum tentu, 20, 30 tahun sekali datang. Artinya apa? Ini pertandingan bersejarah. Buat Argentina, buat Indonesia,” ungkap Erick Thohir di konferensi pers pada Rabu (24/5) kemarin. (*/red)