PASURUAN, MERI.CO.ID – MASIH berlangsungnya  proses pendataan  penerima program jambanisasi di kabupaten pasuruan, bisa mempengaruhi keterlambatan pembangunan jamban itu sendiri.

Tahun ini pemerintah kabupaten pasuruan melalui dinas Perumahan dan kawasan permukiman direncanakan akan membangun sebanyak 1.200 jamban sehat.

Banyak masyarakat sampai saat ini yang belum memiliki jamban. Salah satu indikator untuk menciptakan kawasan bebas buang air besar sembarangan yakni dengan memiliki jamban di tiap rumah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Eko Bagus mengatakan sebanyak 1.200 jamban sehat bakal dibangun tahun ini.

Pembangunan jamban-jamban itu diwujudkan, untuk memenuhi kepemilikan jamban sehat di tengah masyarakat.

Pembangunan jamban tersebut akan direalisasikan dengan anggaran Rp 3 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2023. Setiap titiknya, dialokasikan Rp 2,5 juta.

Saat ini proses pembangunan jamban  masih dalam tahap pendataan. Sebab pendataan dilakukan untuk mengecek langsung By name by address penerima bantuan tersebut.

“Sementara untuk memastikan Kelayakan pembangunan jamban bagi masyarakat penerima, kita lakukan pengecekan langsung pada penerima ” Ungkapnya. (arn)