Foto lahan tambang yang sudah direklamasi ditanam jagung oleh warga
PASURUAN Meri.co.id – Manajemen PT Indra Bumi Sentosa secara resmi membantah dugaan sejumlah pihak yang menyoroti aktivitas pertambangan pasir di Desa Sebalong dan Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Perusahaan menegaskan bahwa operasional tambang telah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).
Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, pihak manajemen PT Indra Bumi Sentosa menyampaikan bahwa seluruh kegiatan eksplorasi dan operasional di lapangan berpedoman pada dokumen perizinan resmi yang diterbitkan oleh otoritas berwenang, termasuk ketentuan mengenai batas wilayah dan titik koordinat izin pertambangan.
“Kami memastikan seluruh aktivitas pertambangan di Desa Sebalong dan Sanganom berjalan sepenuhnya di dalam batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang legal,” ujar perwakilan manajemen PT Indra Bumi Sentosa dalam keterangan tertulisnya.
Selain menegaskan aspek legalitas operasional, pihak perusahaan juga mengklaim bahwa keberadaan tambang tersebut memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Penyerapan tenaga kerja lokal serta keterlibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan usaha perusahaan disebut menjadi prioritas manajemen, guna memastikan manfaat ekonomi pertambangan dapat dirasakan langsung oleh warga Desa Sebalong dan sekitarnya.
PT Indra Bumi Sentosa juga menyatakan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi dan dialog dengan masyarakat serta pemerintah desa di wilayah sekitar tambang.
“Komitmen kami adalah menghadirkan pertambangan yang legal, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Warga Sebut Keberadaan Tambang Membawa Manfaat
Di lokasi tambang, awak media menemui sejumlah warga yang tinggal di sekitar area pertambangan yang telah direklamasi.
Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan tambang dan kemungkinan keresahan masyarakat, salah seorang perwakilan warga, Pak Hoot, menyampaikan bahwa warga di sekitar lokasi justru merasakan manfaat dari aktivitas pertambangan tersebut.
“Kalau warga di sekitar sini tidak merasa resah, Mas. Malah sebaliknya, dengan adanya tambang ini kami merasa terbantu dan sangat senang. Dulu tanah kami di sini sangat tandus, tetapi setelah ada tambang, tanah menjadi lebih subur. Hasil panen tanaman warga juga meningkat, sehingga bagi kami keberadaan tambang ini sangat menguntungkan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa anggapan mengenai keresahan masyarakat di sekitar tambang perlu dikonfirmasi langsung kepada warga yang tinggal di wilayah tersebut.
“Kalau ada yang mengatakan warga resah dengan adanya tambang, itu tidak benar, Mas. Coba tanyakan langsung kepada warga sekitar, apakah mereka merasa resah atau tidak,” pungkasnya. (WJK)
