Pasuruan, Meri.co.id – Pemilihan Walikota-wakil walikota Pasuruan yang merupakan pesta demokrasi 5 tahunan yang ada di Kota Pasuruan hanya satu pasangan calon (Paslon) yang ikut kontestasi pendaftaran di kantor KPU.

Bakal Calon Walikota Adi Wibowo – Bakal Calon Wakil Walikota Mokhamad Nawawi, Paslon dengn mengusung konsep ANUGRAH ini didukung semua partai politik (parpol) yang menang dalam Pemilu 2024.

Kondisi politik seperti ini memancing banyak reaksi dari warga Kota Pasuruan, salah satunya, Slamet Nugroho atau yang akrab disapa Mamek mengaku prihatin dengan kondisi politik yang seperti ini, Kota Pasuruan sedang tidak baik – baik saja. Munculnya calon tunggal dalam kontestasi Pilwali kali ini bisa disebut sebagai sinyal bahwa demokrasi di kota kelahirannya ini mati.

“Makanya, saya memilih untuk tidak memilih, saya lebih baik memilih kotak kosong, daripada memilih calon tunggal. Ini bukan ajakan, tapi ini sikap saya menanggapi situasi yang hampa seperti ini,” kata Mamek.

Dia menyebut, pilihan kotak kosong sebagai simbol kritikan terhadap parpol yang ada di Kota Pasuruan. Mamek menilai, para parpol ini lebih mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya bukan kepentingan rakyat.

Artinya paslon yang diusung adalah sosok yang bisa merepresentasikan kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompoknya saja. Maka dari itu, ini adalah sikap kritik terhadap keputusan parpol hari ini.

“Makanya, pilihan kotak kosong adalah bentuk perlawanan terhadap situasi politik hari ini di Kota Pasuruan. Saya tidak suka dan jujur kecewa dengan keadaan politik yang saya kira mencederai dengan nilai – nilai demokrasi,” tuturnya.

Ditempat berbeda Hasan Asruro Ketua Divisi Tehnis KPU Kota Pasuruan, menjelaskan bawah memilih kotak kosong tidak ada salahnya, itu merupakan hak pemilih apabila tidak memilih paslon yang ada di kertas suara.

“Kita kembalikan itu hak pemilih untuk memilih pilihannya, soalnya di kertas suara ada 2 pilihan nantinya,” ucap Hasan, Sabtu (21/9).

Lebih lanjut Hasan menyampaikan, kepada masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya pada hari pemilih nanti, jangan sampai Golput pasalnya tingkat partisipasinya sangat diharapkan oleh penyelenggara.

“KPU berharap semua masyarakat menyalurkan hak pilihnya nanti, jangan sampai Golput bebas untuk melakukan pencoblosan di kertas suara,” tutup Hasan.