Residents evacuate their flooded homes in Gresik, East Java on December 15, 2020, as the rainy season brings floods to many areas in Jakarta and Java. (Photo by Juni Kriswanto / AFP)

GRESIK, MeRI.CO.ID – JEBOLNYA tanggul Sungai Lamong dan sungai Surabaya akibat tingginya curah hujan membawa dampak yang sangat merugikan bagi warga sekitarnya. Setidaknya lima wilayah kecamatan di Kabupaten Gresik telah terendam banjir.

Luapan air sungai tak hanya masuk ke pemukiman warga dan jalan raya saja, namun juga meredam ratusan hektare areal persawahan milik warga menyebabkan para petani menderita kerugian yang tidak sedikit.

Warga banyak yang mengeluhkan minim dan lambatnya fasilitas evakuasi yang disediakan oleh pemerintah.

Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Terry Tresna Purnama mengatakan, akibat jebolnya tanggul Sungai Surabaya, empat kawasan desa terendam banjir setinggi 70 cm.

“Desa yang terendam, yakni Desa Sumput, Driyorejo, Karang Andong, dan Desa Mojosari Rejo,” katanya, kepada wartawan di lokasi banjir kemarin.

Sementara akibat jebolnya tanggul Sungai Lamong, di Desa Beton, sebanyak sembilan desa ikut terendam banjir.

“Totalnya ada lima wilayah kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Balungpanggang, Benjeng, Menganti, Kedamean, dan Cerme,” pungkasnya.  (*/red)