Pasuruan, Meri.co.id – Batik merupakan salah satu budaya asal Indonesia yang hampir dimiliki oleh setiap daerah, dengan corak masing-masing yang menggambarkan daerah tersebut, yang dituangkan dalam sebuah lukisan di hamparan kain.
Batik “Sekar Randu” yang merupakan hasil budaya dari Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mulai digelorakan kepada masyarakat melalui ibu-ibu penggerak.

Pengambilan nama Sekar Randu diamb dari kegiatan masyarakat pada jaman dulu membuat dinding rumah dari bambu yang dianyam dengan nama sesek, sedangkan Randu diambil dari penggelan nama desa.
Kepala Desa Muhammad Fuad menyampaikan, saat ini batik hasil karya ibu-ibu penggerak sudah mulai dikenal dikanca nasional, bahkan saat ini sudah mulai go Internasional melalui seorang Rektor dalam kunjungan ke luar negeri.
“Batik Sekar Randu mulai go Internasional dengan bantuan seorang Rektor dalam kunjungan ke beberapa negara,” kata Fuad, Jum’at (02/8) siang.
Fuad dan Pemerintah Desa (Pemdes) mulai bangga dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan, dengan pelestarian budaya yang dimiliki akar tidak hilang dimakan jaman.
Disisi lain Pemdes mulai melakukan proses pematenan hasil karya, agar tidak diambil oleh oknum-oknum yang memanfaatkan hasil karya orang lain.
“Saat ini batik Sekar Randu mulai proses pematenan melalui HAKI, agar nantinya tidak diambil oknum,” ucapnya
Untuk proses batik hampir sama dengan proses batik pada umumnya, namun yang menjadi beda adalah corak dan makna yang ada dalam goresan canting di hamparan kain putih.
Fuad juga mengajak semua masyarakat terutama para pemuda untuk memviralkan batik tersebut, dengan digunakan sebagai pakaian pada hari-hari besar nasional.
” Para remaja agar bisa membuat fashion dari batik Sekar Randu, nantinya bisa dikenal lebih luas terutama pada kegiatan hari nasional, ” Tutup Fuad.
