Pasuruan, Meri.co.id – Dengan jumlah pengawas yang terbatas, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Purworejo Kota Pasuruan mengambil langkah strategis untuk memastikan pengawasan Pilkada 2024 berjalan maksimal. Salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi 83 Pengawas TPS (PTPS) sekaligus melibatkan masyarakat untuk turut berpartisipasi mengawasi proses pencoblosan.
Bimtek yang digelar di Hotel Transit Kota Pasuruan, Selasa (19/11/2024), bertujuan memperkuat kapasitas PTPS dalam memantau setiap tahapan di TPS, mulai dari persiapan hingga penghitungan suara. Ketua Panwascam Purworejo, Mega Nur, menyebutkan bahwa pengawasan yang optimal membutuhkan kerja sama antara petugas dan masyarakat.
“Kami sadar jumlah pengawas sangat minim, sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengawasi potensi pelanggaran di lingkungan mereka,” ujar Mega.
Mega juga menjelaskan bahwa bimtek ini memberikan materi mendalam kepada PTPS, termasuk bagaimana mengidentifikasi pelanggaran dan menjaga integritas di lapangan.
Selain itu, Panwascam menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan untuk memberikan pemahaman tentang jenis-jenis pelanggaran yang dapat terjadi selama Pilkada. Hal ini mencakup penyalahgunaan anggaran hingga praktik kecurangan di TPS.
“Dengan tambahan materi dari Kejaksaan, kami berharap para PTPS lebih paham tentang pelanggaran yang mungkin terjadi dan dapat mengambil langkah sesuai aturan,” tambah Mega.
Keterbatasan jumlah pengawas dan tantangan dalam Pilkada membuat Panwascam mengandalkan partisipasi aktif masyarakat sebagai kunci sukses pengawasan. Harapannya, sinergi antara pengawas resmi dan masyarakat mampu menciptakan Pilkada yang jujur, adil, dan bebas dari pelanggaran.
“Pengawasan bukan hanya tugas pengawas resmi. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas demokrasi di lingkungan mereka,” tutup Mega.
