Pasuruan meri.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan tengah mematangkan pelaksanaan program perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang dijadwalkan mulai bergulir pada Mei mendatang.
Proses verifikasi calon penerima manfaat kini masih berlangsung, guna memastikan bantuan disalurkan secara tepat dan sesuai kriteria.
“Kami sedang menyelesaikan tahap verifikasi bagi seluruh calon penerima,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono.
Seleksi dilakukan dengan ketat, termasuk pengecekan status kepemilikan rumah dan histori penerimaan bantuan serupa.
Sebanyak 75 unit rumah menjadi target utama program ini, dengan prioritas di wilayah ibu kota kabupaten.
“Fokus kegiatan tahun ini adalah mendukung pengembangan Bangil sebagai pusat pemerintahan,” terang Eko.
Mayoritas rumah yang akan direnovasi berada di Bangil, sementara sisanya tersebar di wilayah Beji, Rembang, Sukorejo, dan Gempol.
Setiap unit akan menerima bantuan senilai Rp 20 juta, dengan rincian Rp 16,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp 3,5 juta untuk biaya tenaga kerja.
“Jumlah bantuan tahun ini mengalami kenaikan Rp 5 juta dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Program ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas hidup masyarakat dan menyediakan hunian yang lebih layak.
“Tujuan utama kami adalah memastikan warga memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman,” tutup Eko (*/red)
