PASURUAN, MeRI.CO.ID – GUNA memberikan informasi dan pemahaman terhadap nelayan akan pentingnya penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan demi keberlanjutan kegiatan penangkapan ikan di laut sampai anak cucu di masa akan datang, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla)Kabupaten Pasuruan menggelar Kegiatan pembinaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) para nelayan di aula PPI Pelabuhan Lekok, Jumat (17/3/2023).

Dalam sambutannya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alfi Khasanah menyampaikan bahwa potensi perikanan di Kabupaten Pasuruan sangat besar dengan mayoritas warganya mencari nafkah sebagai nelayan.

Sampai akhir tahun 2021, hasil tangkapan ikan yang dihasilkan nelayan mencapai 23.541,40 ton, dan meningkat bila dibandingkan dengan produksi ikan pada tahun 2020 sebesar 22.019,90 maupun pada tahun sebelumnya.

Alfi Khasanah melanjutkan, Kecamatan Lekok merupakan salah satu sentra nelayan perikanan tangkap dengan jumlah nelayan dan perahu yang cukup banyak dengan jenis alat tangkapnya yang beraneka ragam mulai dari alat tangkap pasif seperti gillnet/jaring insang ikan sampai alat tangkap aktif seperti mini trawl (sewe).

Sedangkan jenis ikan yang banyak ditangkap oleh nelayan Lekok antara lain: ikan trasak, bulu ayam, teri nasi, ikan kembung, layur, kurisi, udang, rajungan, keras dsb.

DR.Fuad,S.Pi,MT Dosen jurusan pemanfaatan sumberdaya perikanan, fakultas ilmu kelautan dan perikanan Universitas Brawijaya Malang yang hadi rsebagai narasumber memberikan informasi dan pemahaman tentang alat tangkap yang ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan populasi ikan sampai anak cucu, hendaknya nelayan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan seperti gillnet/jaring insang agar tidak merusak populasi ikan di laut.

Setelah pemaparan dari narasumber, kegiatan ditutup dengan diskusi tanya jawab dan sharing pengalaman dari para nelayan setempat. (*/red)