Pasuruan, meri.co.id – Kontingen Kabupaten Pasuruan langsung “pecah telur” di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur lX tahun 2025 di Malang Raya, medali emas dan perak pertama langsung diperoleh dari cabang olahraga (Cabor) Hapkido.

Cabor bela diri asal Korea ini membuktikan diri atlet asal Kabupaten Pasuruan “moncer” saat dipertandingkan lebih awal di Malang, Selasa (10/6).

KONI Kabupaten Pasuruan mengirimkan tujuh atlet Hapkido, terdiri dari lima putra dan dua putri, yang berlaga di nomor berbeda. Dari tujuh atlet tersebut, dua di antaranya berhasil melaju hingga partai final.

Mereka adalah Fitriantimala di nomor putri under 51 kg meraih medali emas, dan Raidhant Aahvanichi Melswin di nomor putra 72 kg meraih medali perak.

Pertarungan sengit terjadi di partai final. Fitriantimala berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan atlet tangguh asal Surabaya. Sementara Raidhant harus puas menyandang medali perak setelah diungguli oleh atlet dari Ngawi.

Pelatih Hapkido Kabupaten Pasuruan, David Tanoko, mengungkapkan bahwa performa Raidhant sedikit kurang maksimal di partai final.

“Performa Raidhant kurang maksimal di partai final karena kondisi fisik cedera waktu semifinal, kakinya kena siku lawan,” jelas David.

Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Mamat Aryo Setiawan yang hadir langsung pada final, menyampaikan sangat bangga akan atlet Kabupaten Pasuruan telah pecah telor perolean medali.

“Semoga awal yang baik perolean medali dan seterusnya, target 40 medali emas akan tercapai,” tutup cak Mamat.(red)