PASURUAN, MeRI.CO.ID – NASI sudah menjadi bubur, mungkin istilah itu yang tepat untuk Rumah sakit umum Daerah ( RSUD) kabupaten pasuruan.

Bagaimana tidak , hanya untuk melakukan peresmian gedung rawat jalan dan promosi logo baru. RSUD bangil telah menghadirkan hiburan group band papan atas kotak dari Jakarta.

Sehingga menimbulkan kritik dan penyesalan dari warga pasuruan. rasa tidak nyaman dan suara bising dari konser kotak tersebut juga dirasakan dari keluarga pasien.

Menanggapi hal itu , Kamis (03/8/2023) pihak manajemen RSUD Bangil yang diwakili  oleh Tri Agung Julianto wadir umum, didampingi  kabag umum ira kurniati dan humas RSUD bangil M. Hayat menyatakan  permintaan maaf kepada masyarakat kabupaten pasuruan.

Menurut agung acara peresmian gedung rawat jalan dan lounching logo sebagai sarana promosi dan sudah direncanakan  dengan matang. Apalagi pembangunan gedung selama dua tahun dinyatakan selesai dan dinyatakan layak pakai.

“Acara inti peresmian gedung rawat jalan dan pengenalan logo baru diiringi dengan hiburan bukan konser” ungkapnya.

Mengingat selama dua tahun yang lalu juga telah terjadi pandemi covid. Banyak tenaga medis yang merasa tertekan sehingga butuh hiburan.

Sementara humas RSUD hayat menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat, yang mana banyak kegiatan yang dilakukan oleh manajemen ternyata membutuhkan masukan lebih banyak dari pihak terkait.

“Kami tidak melakukan pembenaran terhadap kegiatan ini, tapi tetap akan menyampaikan bahwa yang kami lakukan sudah kami rencanakan,kemudian kami tetap berupaya supaya layanan tidak terganggu.dan pasien yang berada di rumah sakit juga tidak terganggu itu kita lakukan antisipasi-antisipasinya” jelasnya. (fin)