JEMBER, MeRI.CO.ID – TEMBAKAU jenis Na Oogst merupakan salahsatu jenis tembakau terbaik yang ada di Indonesia dan tahun ini harga jual tembakau ini mencapai puncaknya. Jenis kualitas terbaik bisa tembus Rp18 juta per kwintal. Namun sayang, di saat harganya membaik, petani justeru dirundung masalah karena gagal panen.
Tercatat ada sekitar tiga ribuan hektare lahan tembakau di Jember selatan gagal panen, karena curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu. Akibatnya, pasokan daun cerutu itu pun minim di bawah target. “Ketidak imbangan ini membuat petani merugi,” kata Ponimin Tohari.
Tokoh petani tembakau Jember selatan ini menyesalkan banyaknya lahan tembakau rusak karena cuaca tak bersahabat. Katanya, andai saja tembakau petani bisa dipanen dengan baik, mereka bisa mendapatkan untung besar bahkan berlipat ganda.
Dia menghitung, petani tembakau di wilayahnya mengalami kerugian hingga di angka Rp120 miliar. Angka tersebut dikalkulasi dengan hanya menghitung modal sewa lahan, bibit, perawatan dan pupuk yang disimulasikan per hektare Rp40 juta.
“Ceritanya bakal berbeda, jika tiga ribuan hektare lahan itu menghasilkan tembakau berkualitas baik. Bisa tembus di angka Rp1,2 triliun,” bebernya. Dia pun berharap, ada solusi konkret dari pemerintah untuk melindungi petani, supaya tidak mengalami kerugian di masa panen dengan harga tembakau yang sedang baik. (*/red)
